JEMBER, kuasarakyat.com – Fadil Antoni (22) Warga Desa Serut Kecamatan Panti terkapar tak berdaya setelah menjadi korban pembacokan pada Selasa (27/4/2021). Pria tersebut diduga dianiaya oleh empat orang yang masih tetangganya sendiri.
Sagim (51) orang tua korban mengatakan kejadian yang menimpa anaknya terjadi pada saat menjelang sahur. Sekitar pukul 02.00 WIB, pintu rumahnya diketok orang yang dikira membangunkan dirinya untuk sahur.
Namun setelah dibuka, ternyata ada 4 tetangganya yang datang, kemudian langsung masuk ke rumah sambil membawa clurit dan mencari anaknya.
“Keempatnya langsung mencari kamar anak saya dan membacok, setelah itu ke empatnya langsung kabur melarikan diri,” kata Sagim saat diwawancara pada Kamis (29/4/2021)
Mengetahui pelaku sudah lari, Sagim dan istrinya Musrifa, kaget saat mendapati anaknya jatuh tersungkur bersimbah darah dengan luka di bagian perut, pantat dan paha.
Dia langsung menghubungi tetangganya dan membawa korban ke Puskesmas terdekat. “Karena lukanya parah, anak saya dibawa ke rumah sakit Soebandi, beruntung nyawa anak saya masih bisa diselamatkan,” ungkapnya.
Pasca kejadian, Sagim dan keluarganya melaporkan kasus ini ke Mapolres Jember, namun oleh petugas SPKT, Sagim diarahkan untuk membuat laporan ke Mapolsek Panti.
Sementara itu, Kapolsek Panti Iptu Lilik Sukoco menjelaskan, bahwa kasus tersebut telah ditangani Kanit Reskrim Polsek Panti. Pihaknya juga masih menunggu dari pihak pelapornya. “Sampai saat ini yang lapor baru orang tuanya, korban masih belum, “ ujar Kapolsek.
Dia mengaku belum tau pasti motif pelaku melakukan pembacokan. Polisi menduga, ada dendam lama antara pelaku dan korban.
Sejauh ini, lanjut Kapolsek, korban masih dirawat di rumah sakit. Sementara ada pelaku yang sudah menyerahkan diri dan telah diproses hukum. Sedangkan yang masih lari tengah dilakukan pengembangan oleh kepolisian. “Sementara itu, nanti kalau ada perkembangan baru kita infokan lagi,” pungkasnya. (*)








