Jelang penerimaan siswa baru, Pendidikan di Banyuwangi Diminta Harus Bersih dan Bebas Pungli

Comment561 views
  • Share

Banyuwangi, kuasarakyat.com – Menjelang penerimaan siswa baru tahun 2025, dunia pendidikan di Banyuwangi diminta harus tetap bebas dari pungutan liar (Pungli).

Seperti saat ini, sistem penerimaan siswa baru ini sudah berubah tidak lagi Peserta Didik Baru (PPDB). Namun ganti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 yang berbasis digital atau online melalui sebuah aplikasi Smart Kampung.

Nah, SPMB, pengadaan seragam, Peran Serta Masyarakat (PSM) hingga sumbangan sekolah menjadi perbincangan dalam diskusi publik yang diinisiasi oleh Rumah Kebangsaan Basecamp Karangrejo (RKBK).

Sebagai narasumber, yakni Unit Tipikor Polresta Banyuwangi, Kejaksaan Negeri yang dimoderatori oleh Hakim Said pada Kamis (22/05/25) malam.

Diketahui di Banyuwangi sudah dibentuk tim satgas saber pungli. Dimana hal itu masyarakat bisa melaporkan bilamana terjadi pungli.

“Bicara soal pendidikan setiap tahun permasalahan selalu ada, entah dari sektor yang mana. Kami pasti mendapatkan laporan. Dan setiap tahunnya juga meningkat laporan itu,” kata Kanit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polresta Banyuwangi Iptu Karyono.

Setidaknya ada beberapa cara untuk mencegah pungli di dalam pendidikan. Menurut Karyono, pertama harus ada keterbukaan maupun tranparansi yang diawali dari sosialisasi ke masyarakat.

“Misalnya waktu penerimaan, formasi, sistem penerimaan bisa dipaparkan,” ujarnya.

Kemudian saat proses penerimaan ini, panitia maupun Kepala Sekolah, Dinas terkait dituntut untuk menjadi profesional, jujur, akuntabel.

“Apalagi seperti memaksa memasukkan siswa, padahal tidak masuk kriteria. Sehingga pungli bisa dicegah sejak dini,” jelas Iptu Karyono.

Maka dari itu Polresta Banyuwangi membuka hotline dan call center (Wadul Kapolresta) untuk melayani masyarakat jika menjadi korban pungli.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Banyuwangi Agus Haryono menegaskan bahwa pungli di pendidikan tidak dibenarkan sama sekali.

“Mari bersama-sama membangun pendidikan yang bersih dan transparan,” katanya.

Hadir dalam kesempatan itu sejumlah Komite dan Kepala Sekolah SD/MI, SMP/MTS, SMA se Banyuwangi, PGRI, pemerhati pendidikan dan lain sebagainya. Termasuk tokoh seniman, sastrawan dan budayawan. Semuanya hadir dan berbaur dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebangsaan. (CZ)

Comment561 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.