Jember, kuasarakyat.com – Meningkatnya kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) secara signifikan berpotensi meningkatkan beban masyarakat dan pemerintah karena penanganan PTM membutuhkan waktu panjang dan biaya besar.
Meskipun tidak menular, PTM merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di Indonesia (Tursilowati et al., 2024).
Saat ini, PTM tidak hanya diderita oleh lansia, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada kelompok usia produktif, remaja, bahkan anak usia sekolah.
Obesitas pada anak secara positif berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus dan hipertensi (Marleni et al., 2025). PTM umumnya dipicu oleh faktor perilaku, seperti kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, merokok, dan konsumsi alkohol yang berlangsung dalam jangka panjang (Susanti et al., 2023).
Oleh karena itu, upaya pencegahan PTM perlu dilakukan sedini mungkin melalui pendekatan promotif dan preventif, khususnya pada kelompok usia sekolah.
Edukasi mengenai pola makan seimbang, peningkatan aktivitas fisik, serta penghindaran rokok dan alkohol menjadi langkah strategis dalam menurunkan faktor risiko PTM di masa mendatang.
Menindaklanjuti hal tersebut, mahasiswa Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Jember menggelar kegiatan edukasi kesehatan dan skrining kesehatan bagi siswa di SDN Rowotamtu 01, Desa Rowotamtu, Kabupaten Jember. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini.
Sebelum pelaksanaan kegiatan, mahasiswa melakukan pengkajian melalui wawancara, survei, dan penyebaran kuesioner. Hasil pengkajian menunjukkan masih terdapat aktivitas berisiko pada siswa, seperti kebiasaan membeli minuman berpemanis buatan dan berpengawet, konsumsi jajanan kurang higienis, serta pengelolaan sampah yang belum optimal.
Berdasarkan temuan tersebut, Mahasiswa Profesi Ners A16 melaksanakan edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah, pola konsumsi makanan sehat beserta jenis makanan berisiko, praktik cuci tangan enam langkah, serta pemilahan dan pengolahan sampah. Edukasi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami oleh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.
Selain edukasi, mahasiswa juga melakukan skrining kesehatan berupa pengukuran tinggi badan, berat badan, serta penilaian personal hygiene siswa.
“Kita juga bekerja sama dengan Puskesmas terkait program kesehatan sekolah. Pernah ada pemeriksaan gula darah dan ditemukan satu siswa kami memiliki kadar gula darah lebih dari 200 mg/dL,” ujar Siti Nurhakimi, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SDN Rowotamtu 01.
Ketua Kelompok Ners A16 Desa Rowotamtu, Muhammad Hafid, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memastikan kondisi kesehatan siswa sekaligus menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini.
“Selain wawancara, kami juga melakukan pemeriksaan tinggi badan, berat badan, dan personal hygiene untuk memastikan tidak ada masalah gizi pada anak serta mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap edukasi yang diberikan mampu memberikan dampak positif serta menumbuhkan tanggung jawab siswa terhadap kesehatan diri dan lingkungan, khususnya di lingkungan sekolah. (*)











