Jember, kuasarakyat com – Sebuah peternakan sapi perah di Desa Rowoindah, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur tak hanya berfokus pada produksi susu segar. Kehadiran Riezda Indo Dairy juga mulai membuka kesempatan kerja bagi warga sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Peternakan yang telah beroperasi sekitar satu tahun tersebut kini memelihara sekitar 30 ekor sapi perah. Sebagian besar merupakan jenis Friesian Holstein (FH) dan Red Holstein yang dikenal sebagai sapi penghasil susu.
ko
Setiap hari, sapi-sapi tersebut mendapat pakan berupa konsentrat, jagung segar, rumput gajah atau pakchong, serta silase jagung. Pemerahan dilakukan dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore.
Dari sekitar 30 ekor sapi yang dipelihara, Riezda Indo Dairy mampu menghasilkan sekitar 200 liter susu segar per hari.
Susu yang telah diperah selanjutnya ditangani dan dikemas secara higienis sebelum disimpan dan didistribusikan kepada konsumen. Tahapan tersebut dilakukan untuk menjaga kesegaran dan kualitas susu.
Namun, aktivitas peternakan tidak hanya memberikan dampak dari sisi produksi pangan.
Sekitar 10 warga setempat kini terlibat dalam operasional Riezda Indo Dairy. Sejumlah pekerja merupakan pemuda Desa Rowoindah yang baru menyelesaikan pendidikan SMA.
Pengawas Riezda Indo Dairy, Rahmat, mengatakan para pemuda tersebut terlebih dahulu mendapatkan pelatihan sebelum mulai bekerja.
“Beberapa pemuda sekitar yang baru lulus SMA kita beri pelatihan terlebih dahulu. Setelah itu mereka ditempatkan sesuai bagian pekerjaan, ada yang di perawatan dan pemerahan, produksi, serta pengiriman,” ujar Rahmat, Kamis (27/8/2026).
Menurut Rahmat, pelatihan tersebut diberikan agar para pekerja memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menjalankan pekerjaan di peternakan sapi perah.
Selain membuka lapangan pekerjaan, keberadaan peternakan juga berdampak terhadap pelaku usaha kecil di sekitar lokasi.
Rahmat mengatakan, kebutuhan makan dan minum para pekerja sehari-hari turut dipenuhi dari warung makan dan pedagang di sekitar peternakan, termasuk stand bakso yang berada di depan lokasi.
“Untuk kebutuhan makan dan minum harian pegawai, kami juga melibatkan warung makan dan stand bakso yang ada di depan peternakan. Jadi, bukan hanya pekerja yang mendapatkan manfaat, pedagang sekitar juga ikut mendapat tambahan pemasukan,” ucapnya.
Aktivitas tersebut, lanjut Rahmat, membuat keberadaan peternakan ikut menciptakan perputaran ekonomi di lingkungan sekitar.
Dengan adanya pekerja yang beraktivitas setiap hari, warung makan, pedagang bakso, dan sejumlah toko di sekitar lokasi memperoleh tambahan pelanggan.
“Memang sederhana, tetapi aktivitas peternakan ini ikut membuat ekonomi di sekitar bergerak. Pemuda bisa bekerja, sementara pedagang di sekitar juga mendapat tambahan pembeli,” ujarnya.
Saat ini, Riezda Indo Dairy masih mengembangkan usahanya dengan mengandalkan produksi sekitar 200 liter susu segar per hari.
Bagi peternakan yang baru berjalan sekitar satu tahun, keberadaan usaha tersebut tidak hanya berkaitan dengan produksi susu. Kesempatan kerja bagi warga, pelatihan bagi pemuda, hingga aktivitas perdagangan di sekitar lokasi menjadi bagian dari dampak ekonomi yang mulai dirasakan masyarakat Desa Rowoindah. (*)











