Tertipu Jual Beli Arisan Bodong, Puluhan Emak-Emak Datangi Balai Desa Ajung

Comment121 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – Puluhan emak-emak yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan jual beli arisan di Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Senin (12/10/2026) ramai-ramai mendatangi Balai Desa Ajung Kecamatan Ajung Jember.

Kedatangan puluhan emak-emak tersebut untuk mengikuti mediasi yang di prakarsai oleh pemerintah desa Ajung dan menuntut kejelasan pengembalian uang yang sudah dibayarkan kepada EH pengepul arisan yang saat ini melarikan diri.

“Kedatangan kami kesini (balai desa) untuk melakukan mediasi antara kami para korban penipuan dengan keluarga Eva (terduga penghimpun arisan yang kabur), disini kami dipertemukan dengan orang tua Eva, dan ini pertemuan ke dua kalinya,” ujar Hamida yang mengaku sudah bayar arisan sebesar Rp. 120 juta.

Hamida menyatakan, bahwa jumlah korban yang tertipu oleh EH seperti dirinya, jumlahnya sekitar 51 orang dari sejumlah daerah di Jember, dengan kerugian yang dialami bervariasi.

 

“Kerugiannya tidak sama, ada yang hanya 9 juta, ada yang puluhan juta, dan saya yang paling banyak, kalau dikumpulkan semua sekitar Rp. 1 M lebih sedikit yang dibawa kabur,” ujar Hamida.

Hal yang sama juga disampaikan Yuanita, menurut warga Dusun Klanceng Ajung ini, dirinya mengalami kerugian dari arisan ini sebesar Rp. 36 juta. “Saya ikut arisan sekitar bulan Juli lalu, awalnya arisan ini amanah, tapi mulai Oktober ini, mulai tersendat, dan yang bersangkutan tidak bisa dihubungi,” jelasnya.

 

Yuanita menjelaskan, bahwa modus dari EH ini, adalah menjual arisan kepada anggota melalui group WhatsApp, dimana EH menawarkan kepada korban untuk membeli arisan.

“Kami ditawari, kalau ada orang yang bulan depan akan mendapat arisan 5 juta, tapi orangnya saat ini butuh dana, kalau ada yang mau gantikan atau membeli jatah dapat arisan, bisa mengganti dengan uang 4 juta saja, awalnya sesuai dengan yang dijanjikan, tapi setelah kami para korban ketemu, ternyata 1 arisan ditawarkan kepada beberapa anggota group WhatsApp,” jelasnya.

Yuanita menambahkan, bahwa penipuan yang dilakukan EH ini tidak hanya di persoalan arisan, tapi juga pinjaman uang, dimana modusnya adalah top up dan akan diganti esok harinya, dengan tambahan tip.

“Kalau soal dana pinjaman, modusnya ya minta di TF kan top up, kadang 500 ribu, kadang juga 1 juta, besoknya dikembalikan ada tambahan 10 persen, dan ini dilakukan ke semua anggotanya,” ujarnya.

Mediasi tersebut difasilitasi Kepala Desa Ajung, Sri Alam, serta disaksikan Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta Kepala Dusun EH.

Dalam mediasi tersebut, orang tua EH dan mertuanya menyampaikan kesanggupan untuk membantu mengganti kerugian para anggota arisan. Meski demikian, nilai kompensasi yang tersedia masih perlu dihitung dan diverifikasi agar sesuai dengan jumlah kerugian masing-masing korban.

Mediasi di Kantor Desa Ajung menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan tuntutan para korban dengan kemampuan keluarga dalam memberikan kompensasi.

Kepala Desa Ajung, Sri Alam, berharap musyawarah dapat menghasilkan jalan keluar yang tidak merugikan para pihak. Di sisi lain, para korban menginginkan komitmen pengembalian yang jelas, baik mengenai nominal maupun batas waktu pembayaran.

Bagi puluhan emak-emak yang mengaku kehilangan uang tersebut, persoalan ini bukan sekadar urusan transaksi arisan. Mereka berharap uang yang telah dikumpulkan dari hasil usaha dan kebutuhan keluarga dapat kembali, sementara proses penyelesaian berjalan dengan transparan dan memberikan kepastian bagi semua pihak. (Ma)

Comment121 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.