Kemarau Panjang, 400 KK di Genteng Banyuwangi Digerojok 10 Ribu Liter Air Bersih

Comment19 views
  • Share

Banyuwangi, Kuasarakyat.com – Sebanyak 400 kepala keluarga (KK) di Dusun Ringinsari, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, mendapat bantuan distribusi 10 ribu liter air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur. Bantuan tersebut diberikan menyusul dampak kekeringan akibat kemarau panjang yang membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.

Agen Informasi Bencana BPBD Jatim, Ismanto, mengatakan penyaluran air dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang terdampak kekeringan. Namun, proses distribusi di lapangan menghadapi kendala karena belum tersedianya tempat penampungan air berkapasitas besar.

“Warga menggunakan jeriken sampai galon untuk menampung air karena belum tersedia tandon besar di lokasi,” ujar Ismanto, Sabtu (10/10/26).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat proses pembagian air berlangsung lebih lama. Petugas harus melayani warga secara bergantian karena air yang dikirim perlu ditampung menggunakan wadah berukuran kecil.

“Karena ketiadaan tandon berkapasitas besar, proses distribusi sedikit terhambat. Akhirnya dilakukan dua kali pengiriman, mulai pagi sampai menjelang malam,” jelasnya.

Ismanto menyebut bantuan sebanyak 10 ribu liter air bersih tersebut disalurkan dalam dua kali pengiriman. Langkah itu dilakukan agar kebutuhan warga yang terdampak kekeringan dapat terjangkau.

Untuk mengatasi kendala tersebut, BPBD Jatim telah berkoordinasi dengan pemerintah desa agar menyediakan tempat penampungan air dengan kapasitas lebih besar. BPBD Jatim juga berencana menambah bantuan tandon untuk mempermudah distribusi berikutnya.

“Saya sudah menyampaikan kepada kepala desa agar menyediakan tampungan atau tandon air berkapasitas besar. Nanti dari kami akan ditambah lima tandon berukuran 1.200 liter untuk memudahkan proses distribusi air,” ungkap Ismanto.

Lima tandon tersebut diharapkan dapat menjadi tempat penampungan sementara ketika bantuan air datang. Dengan begitu, warga tidak perlu lagi mengandalkan jeriken maupun galon untuk menampung seluruh pasokan air yang didistribusikan.

Dampak kemarau panjang juga dirasakan warga Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Sejumlah wilayah di kecamatan tersebut mengalami kesulitan air bersih setelah sumur warga mulai mengering dan debit sungai menyusut.

Di Desa Pesanggaran dan Desa Sumberagung, sedikitnya 1.850 KK dilaporkan terdampak kesulitan air bersih. Bahkan, jumlah itu kian bertambah seiring dengan bertambahnya areal yang terdampak kekeringan.

“Kebutuhan masyarakat Pesanggaran itu 30.000 liter per hari. Dan ini sudah minta lagi tambahan satu RT untuk tandonnya,” jelas Ismanto.

Sementara itu, data Pemerintah Kabupaten Banyuwangi hingga 27 September 2026 mencatat bantuan air bersih yang disalurkan telah mencapai 764 ribu liter untuk 18 dusun di lima kecamatan, yakni Srono, Cluring, Tegaldlimo, Bangorejo, dan Pesanggaran. Penyaluran dilakukan secara bertahap sejak 22 Juli 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Partana, menyampaikan musim kemarau telah berlangsung sejak Mei 2026. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah bersama berbagai pihak terus mengupayakan bantuan air bersih bagi masyarakat yang mengalami kesulitan pasokan.

Distribusi air bersih menjadi salah satu langkah untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama musim kemarau. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan konsumsi maupun keperluan rumah tangga sembari menunggu pasokan air kembali mencukupi. (CZ)

Comment19 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.