Situbondo, Kuasarakyat.com – Warga Situbondo yang bekerja sebagai tukang becak masih enggan divaksin. Hal itu terungkap ketika Pemkab Situbondo hendak menyalurkan bantuan tuan pada 317 orang.
Para tukang becak sempat mengira didatangi petugas hendak divaksin. Seperti yang disampaikan oleh Sutomo, warga Kelurahan Mimbaan, Kecamatan/Kabupaten Situbondo.
Menurut dia, bantuan uang tunai yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten Situbondo dinilai sebagai upaya pelaksanaan vaksinasi. Sehingga menyebabkan dirinya tidak begitu responsif pada saat dilakukan pendataan pemberian bantuan tunai.
“Saya kira walnya akan di vaksin. Sebab saat itu, kita tukang becak dimintai identitas diri,” ujar Sutomo kepada Kuasarakyat.com di alun-alun Situbondo, Jumat(6/8/21). Dia mengaku masih enggan mengikuti vaksin karena takut.
Untuk itu, permintaan identitas diri kepada dirinya tidak lantas diterima begitu saja, Sutomo mengaku masih takut, karena dinilai akan disuntik vaksin.
“Karena teman-teman yang lain waktu itu bersedia untuk didata dan dimintai KTP, akhirnya saya juga menyerahkan identitas saya,” katanya.
|Baca Juga: Awalnya Takut Ada Efek Samping, Ratusan Warga Mulai Ikut Vaksin
Awalnya, Sutomo belum mengetahui tujuan dari pendataan dirinya yang setiap hari berprofesi sebagai tukang becak. Ia mengaku, jarang dimintai identitas diri untuk kegiatan apapun.
“Setelah selesai didata, kemudian kami diminta untuk mengikuti acara di depan pendopo. Kegiatan tersebut ternyata pemberian bantuan uang tunai terhadap warga yang berprofesi sebagai tukang becak,” jelasnya.
Bupati Situbondo, Karna Suswandi mengatakan, pemberian bantuan uang tunai dilakukan untuk memberikan bantuan finansial agar para pelaku jasa transportasi becak bisa mengurangi biaya hidup sehari-hari.
“Sebanyak 317 abang becak yang hadir, dan menerima bantuan uang tunai. Tentu hal ini untuk membantu meringankan beban para pelaku jasa transportasi becak,” ungkapnya. (Iw/Bs)











