Kasus Aduan Pengasuh Pesantren di Jember ke Polres, 6 Santriwati Jalani Visum, Apa Hasilnya?

Comment3,024 views
  • Share
Petugas dari Polres Jember saat melakukan penyelidikan dengan memeriksa pondok pesantren milik FH

Jember, kuasarakyat.com – Kasus aduan AL istri dari FH yang juga ustad sekaligus pengasuh salah satu pondok pesantren di wilayah Kecamatan Ajung Jember, terus didalami pihak kepolisian. Sebelumnya, polisi mendatangi keberadaan Pondok tersebut.

Sejumlah santri yang diduga pernah dimasukkan oleh FH ke dalam kamar pribadinya pada malam hari, sudah mulai menjalani pemeriksaan visum untuk menguatkan aduan yang dilaporkan oleh AL ke pihak Polres Jember.

“Kami masih mau koordinasi dulu, seharusnya semua santriwati menjalani visum, saat ini baru 6 santriwati yang sudah menjalani visum,” ujar Kanit PPA Polres Jember Iptu Diyah Vitasari Sabtu (7/1/2023).

Namun, Vita masih enggan menyebut hasil visum dari 6 santriwati tersebut.
Sebelumnya diberitakan kasus ini mencuat, setelah AL istri yang sudah dinikahi 10 tahun dan dikarunia 2 anak ini pada Kamis (5/1/2023) mendatangi Mapolres Jember.

AL mengadukan suaminya ke Polres Jember karena ada dugaan perselingkuhan. Peristiwa ini bermula saat salah satu Santriwati dengan inisial S pada tengah malam sekitar jam 23.30 mendengar adanya percakapan di kamar pribadi FH suara perempuan dan laki-laki, yang diduga adalah FH dengan seorang ustadzah berinisial A.

Karena S merasa cemburu, S mengetuk pintu kamar pribadi FH, namun saat kamar dibuka, ustadzah di kamar FH sudah tidak ada. “Dikamarnya itu ada 2 pintu, kemungkinan saat S masuk, A sudah keluar melalui pintu lain,” ujar AL kepada sejumlah wartawan di Mapolres Jember.

AL sendiri mengatakan, bahwa dirinya sudah lama pisah kamar dengan FH, dimana dirinya tidur dikamar lantai bawah, sedangkan FH di kamar lantai atas, sesuai permintaan suaminya. “Memang kami tidur dengan kamar terpisah atas permintaan beliau, dan ini sudah berlangsung selama 2 tahun,” ujar AL.

Mendengar adanya keributan di lantai atas, AL tidak langsung naik, dirinya hanya mendengarkan saja apa yang sedang terjadi di lantai 2 pada tengah malam tersebut, dan baru pada pagi harinya dirinya merampas HP FH.

“Malam itu saya tidak langsung naik ke atas, saya cuma mendengarkan apa yang sedang terjadi, kemudian pagi harinya saya merampas HP beliau, dan melihat kontak nama ustadzah A yang diberinama ‘Zaujati A’, sehingga saya mencari santirwati ini, dan diakui jika A ada hubungan dengan suami saya,” ujar AL yang saat itu datang bersama dengan salah satu santriwati.

FH sendiri saat dikonfirmasi sejumlah wartawan membantah atas apa yang dituduhkan kepadanya, menurut FH, adanya pemberitaan dirinya digrebek oleh santriwati adalah tidak benar, karena pada malam kejadian memang tidak ada penggerebekan.

“Itu bahasanya diplintir, gak ada penggerebekan, terkait saya bersama santriwati di kamar, itu merupakan kegiatan yang biasa kami lakukan terhadap santriwati dalam rangka evaluasi setiap jam 11 malam, dan saat itu baru selesai sekitar jam setengah dua belas malam,” ujar FH.

FH tidak memungkiri jika selama ini ada kecemburuan bermacam-macam dan berlangsung bertahun-tahun yang dirasakan istrinya, dimana istrinya tidak pernah mendapatkan kekuasaan, sehingga ada pihak-pihak yang sengaja memprovokasi istrinya.

“Memang ada kecemburuan yang bermacam-macam selama bertahun-tahun, dimana ketika istri saya tidak mendapatkan kekuasaan disini, sehingga Itu ada yang memprovokasi, ada nama-namanya yang memprovokasi, dan sudah ada listnya,” pungkas FH kepada sejumlah wartawan. (Ma)

Writer: Makrus
Comment3,024 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.