Jember, kuasarakyat.com – Area persawahan di Desa Jambe Arum Kecamatan Puger, Jember, tepatnya di belakang area pergudangan milik PT. Abadi Langgeng Gemilang yang juga mitra dari Perum Bulog, terancam terkikis untuk perluasan pembangunan Gudang tersebut.
Holilur Rohman aktivis dari Jember Againt Corruption menyoroti, bahwa sawah yang di lakukan pengurukan untuk perluasan gudang, diduga masuk dalam LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan), dimana untuk merubah LP2B bisa dijerat dengan pidana, karena melanggar Undang-undang nomor 41 tahun 2009 tentang LP2B.
“Kami melihat, lahan sawah yang ada di belakang gudang milik PT. Abadi Langgeng Gemilang, merupakan lahan LP2B atau LSD, pihak gudang tidak bisa serta Merta melakukan pengurukan, ini jelas melanggar pidana,” ujar Holil kepada wartawan.
Holil juga menyatakan, bahwa pihaknya juga sudah berkirim surat kepada pihak PT. Abadi Langgeng Gemilang, namun sampai saat ini masih belum ada balasan.
“Bahkan sekarang pekerjaannya dipercepat siangalam, setelah ada yang konfirmasi, ini jelas jelas melanggar tata ruang, dan pihak terkait harus turun tangan, apalagi gudang tersebut merupakan mitra Bulog yang seyogyanya melindungi lahan pertanian,” paparnya.
Saat media ini melakukan konfirmasi ke pihak PT. Abadi Langgeng Gemilang, tidak ketemu pihak yang berwenang, media ini hanya ditemui oleh Satpam yang bernama M. Yasin.
Kepada wartawan, Yasin menyampaikan, jika konfirmasi yang dilakukan media ini akan disampaikan kepada atasannya.
“Kalau sekarang sudah mau jam 4 mas, jam pulang, atasan saya juga tidak di kantor, besok saja kesini lagi, atau nanti saya pertemukan dengan pak Puji selaku korlap kami,” ujar Yasin.
Media inipun meninggalkan nomor handphone di buku penjagaan PT. Abadi Langgeng Gemilang, namun sampai berita ini ditulis, belum ada tanggapan terkait konfirmasi mengenai pekerjaan tersebut.
Sementara Satgas Tata Ruang Pemkab Jember Ahmad Fauzi yang juga Plt. Sekda Jember, saat hendak dikonfirmasi mengenai persoalan ini menyatakan, bahwa pihaknya masih rapat Pansel Dewas di Surabaya. “Saya masih rapet Pansel Dewas di Surabaya, Kamis baru pulang ke Jember,” ujar Fauzi melalui pesan WhatsApp. (Ma)











