PWI Ajak Pemkab Jember, Gandeng Masyarakat Menata Wilayah Kampus

Comment1,128 views
  • Share

Jember, Kuasarakyat.com – Menyikapi adanya penerapan Sistem Satu Arah di sekitar kampus, Kabupaten Jember. Membuat organisasi profesi wartawan yakni PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Cabang Jember melakukan dialog publik mengenai hal tersebut.

Bertempat di Hotel Daffam Fortuna, di jalan Karimata, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Senin (16/10/2023).

PWI menyikapi perlu adanya dialog publik antara pemerintah, perwakilan masyarakat, organisasi mahasiswa, perwakilan ojek online, hingga akademisi. Hal ini disampaikan oleh ketua PWI Jember Sugeng Prayitno, saat kegiatan ini berlangsung.

“Ya kami sebagai insan pers, perlu juga menerima masukan dari seluruh pihak, sebelum memutuskan apa yang perlu kami bantu supaya niat baik pemerintah kabupaten Jember, bisa diterima oleh masyarakat dari segala kalangan,” ungkap Supra sapaan akrab Ketua PWI Jember.

Supra menambahkan bahwa akhir akhir ini banyak sekali pro dan kontra terkait kebijakan penerapan sistem satu arah yang sementara ini masih dilakukan ujicoba. Agar nanti dikemudian hari pemerintah mampu menerapkan arah kebijakan terkait jalanan wilayah area kampus yang bisa menjadi wilayah emas.

“Tentu saya sangat berharap setelah mendapat masukan dari masyarakat, pengguna jalan, pelaku usaha UMKM sekitar kampus, dan akademisi. Pemerintah Kabupaten Jember mampu memberikan solusi agar tidak ada salah satu pihak yang dirugikan akibat penerapan sistem satu arah tersebut,” imbuhnya.

Bupati Jember Hendy Siswanto yang membawa serta OPD ( Organisasi Perangkat Daerah) terkait, agar bisa mendengar masukan masukan dari seluruh pihak yang hadir. Bupati mengaku memiliki lima gagasan dalam menata lalu lintas dan trotoar di daerah kampus.

Pertama penerapan uji coba sistem satu arah. Kedua, program berikutnya adalah merapikan trotoar, dan membersihkan saluran air. Ketiga, yakni parkir Paralel. Keempat, mempersiapkan lokasi sentra PKL. Dan Kelima, memindahkan PKL kampus di satu titik lokasi.

“Menghadapi musim hujan jangan sampai ada sungai baru, kayak sungai mastrip. Kotoran banyak sekali, nanti kita bersihkan. Selanjutnya, kata dia, melakukan pengaturan parkir secara parallel sehingga lebih tertata. Mempersiapkan dan memindahkan PKL di kampus menjadi satu lokasi. Seperti di Malioboro, seluruh jalan di Jogja PKLnya di pindah satu tempat dan ramai,” Kata Hendy Siswanto Bupati Jember.

Pemerintah berharap agar mendapatkan masukan dari masyarakat terkait dengan grand design yang dirancang supaya bisa menjadikan daerah kampus jember, menjadi wilayah emas. ( Gusti)

Comment1,128 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.