Situbondo, kuasarakyat.com – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Universitas Ibrahimy (UNIB) periode 2024–2025 sukses menggelar kegiatan bedah buku karya Okky Madasari, Ph.D. berjudul 86 di Auditorium Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jumat (12/6). Kegiatan ini menghadirkan langsung penulis sebagai narasumber dalam forum bertema “Buku sebagai Oase di Tengah Krisis Literasi Generasi Z: Membangun Budaya Deep Reading untuk Memperkuat Kemampuan Riset, Argumentasi, dan Literasi Informasi”.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Dr. Khairul Anwar, M.H.I.; Kepala Biro AAK, Achmad, S.Ag., M.Pd.I., M.Akun.; sivitas akademika; serta seluruh mahasiswi.
Dalam pemaparannya, Okky Madasari menyoroti pentingnya budaya membaca mendalam (deep reading) di tengah maraknya penggunaan media digital. Menurutnya, kebiasaan membaca secara kritis dapat memperkuat kemampuan riset, berpikir logis, serta memahami informasi secara lebih mendalam.
“Upaya untuk membangun pikiran kritis sejak zaman sebelum Indonesia ada itu dimulai dari pondok pesantren,” tegasnya menyalakan pikiran.
Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk meningkatkan budaya literasi serta memperluas wawasan melalui dialog langsung dengan penulis. Selain itu, acara tersebut juga diharapkan mampu mendorong minat baca dan kemampuan berpikir kritis di kalangan generasi muda.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Dr. Ust. Abdul Wahid, M.H.I. sebagai pembanding. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan pentingnya memilih bacaan yang sesuai dengan kebutuhan, minat, dan tujuan pembaca.
Pimpinan Redaksi LPM Nabilatus Syarifah, menyampaikan bahwa kehadiran Okky Madasari diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa.
“Hari ini kami menghadirkan Ibu Okky Madasari, Ph.D. di tengah-tengah kalian. Beliau merupakan sosok yang layak kita jadikan inspirasi dalam menapaki masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu peserta, Rajawanadia Nurwahidah, mengaku termotivasi untuk lebih aktif membaca setelah mengikuti kegiatan bedah buku tersebut.
“Saya senang sekali dengan adanya kegiatan ini karena membuat kami lebih memahami pentingnya melek literasi,” ungkapnya. (zf/waap).











