Jember, kuasarakyat.com – Program bantuan Irpom (Irigasi Perpompaan) dari Kementerian Pertanian RI yang bersumber dari dana APBN 2024 di Jember, dinilai sangat membantu kebutuhan petani akan kebutuhan air, bahkan adanya program ini, petani di Jember bisa lebih optimal dalam mengelola sawah, terutama tanaman padi.
Bahkan para petani optimis, bantuan Irpom dari Kementan RI ini, bisa mewujudkan Jember sebagai daerah swasembada pangan. Hal ini disampaikan oleh ketua kelompok Tani Maju Trisno Satu Desa Tanjungrejo Kecamatan Wuluhan Jember Pujo Hadi pada Selasa (11/2/2025).
“Alhamdulillah, tahun ini kami mendapat bantuan program irigasi perpompaan dari Kementerian Pertanian, bantuan pompa air ini, sangat bermanfaat bagi kami, karena bisa memenuhi kebutuhan air para petani, sehingga kami para petani bisa lebih optimal dalam mengelola sawah,” ujar Pujo.
Terlebih untuk satu unit Irpom tersebut, menurut Pujo, mampu mensuplai kebutuhan air irigasi sawah antara 8 sampai 10 hektare, atau setara dengan 35 sampai 40 petani. “Untuk 1 unit ini, mampu mengairi sawah antara 8 sampai 10 hektaran, dan ini sama halnya dengan membantu sekitar 30 an petani,” beber Pujo.
Pujo berharap, kelompok taninya bisa mendapatkan program Irpom lagi, hal ini dikarenakan keberadaan 1 unit Irpom tersebut, hanya bisa dinikmati oleh sebagian anggotanya saja, dimana jumlah anggota kelompok taninya saat ini tercatat lebih dari 65 petani.
“Untuk Irpom ini, baru sebagian anggota kami yang bisa merasakan manfaatnya, karena anggota kami yang tercatat memiliki lahan sawah produkti, sekitar 65 petani, sedangkan sisanya ya ada yang memiliki lahan kering, kalau mungkin ada tambahan 1 atau 2 unit lagi, anggota kami bisa merasakan manfaatnya semua,” harap Pujo.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Imam Sudarmaji melalui Kabid Penyuluhan dan Pengembangan SDM DTPHP Jember Sri Agiyanti menjelaskan, bahwa program Irpom untuk mendukung optimalisasi persawahan khususnya lahan sawah tadah hujan.
Irigasi Perpompaan bertujuan untuk menambah pasokan air pertanian dari berbagai sumber air yang belum termanfaatkan secara optimal. Sumber Air dapat berasal dari air permukaan maupun air tanah, tiap titik Irigasi Perpompaan minimal dapat mensuplai kebutuhan air irigasi untuk 10 hektare.
“Program ini juga mendukung optimalisasi lahan untuk program perluasan areal tanam yang terbagi di beberapa kecamatan di Jember, dimana dalam pelaksanaannya, program irigasi perpompaan tahun 2024 ini melibatkan partisipasi masyarakat dengan mengalokasikan dana dari pemerintah pusat kepada kelompok tani yang mengerjakan,” ujar Sri Agiyanti.
Sri menambahkan, Kabupaten Jember sendiri mendapatkan Anggaran dari APBN TP dengan Pagu Anggaran 112,8 juta per pekerjaan atau unit, yang mana pengerjaanya dilakukan secara swakelola ke Kelompok Tani. “Kelompok Tani Harus membentuk Unit Pengelola Kegiatan dan Keuangan (UPKK) terlebuh dahulu sebelum dapat program Irpom,” jelasnya.
Kegiatan Irpom diutamakan pada sawah tadah hujan atau saawah yang sering mengealami kekeringan, diharapkan mampu menaikkan Indeks Pertanaman Padi sehingga dapat mendukung ketahanan pangan.
“Program irigasi perpompaan ini, pihaknya berharap dapat meningkatkan produktivitas pertanian di kabupaten Jember. Sehingga membuka peluang pengembangan sektor pertanian dan ekonomi bagi masyarakat setempat,”pungkasnya. (*)











