Diduga Jadi Korban Bullying Oleh Teman Sekolahnya, Remaja SMA Lapor Polisi

Comment1,054 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – Mengaku mengalami penganiayaan oleh teman sekolahnya, Remaja berinisial F siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jember didampingi oleh Ibu dan kuasa hukumnya, Kamis (15/05/2025) sore.

Remaja yang duduk di bangku kelas XI tersebut, mengaku mengalami penganiayaan sebanyak dua kali. Pertama di dalam ruang kelas dan kedua di luar sekolah

“Penganiayaan pertama tanggal 22 April 2025 di dalam kelas, yang kedua di luar sekolah pada tanggal 9 Mei 2025 di sekitaran Hotel Bintang Mulia, Kaliwates,” ujar Ibu korban Dini Agustin saat ditemui di Mapolres Jember usai membuat laporan.

Dini juga mengatakan, akibat penganiayaan yang diperoleh, F sempat tidak mau sekolah karena takut. Bahkan F juga tidak mau makan dan mengurung diri di dalam kamarnya.

“Dari kejadian ini, anak saya cerita. Jika takut kemarin itu. Apalagi sekarang juga masih trauma. Inginnya bisa dilindungi, dan trauma. Apalagi untuk makan bahkan juga takut,” ungkapnya.

“Kami ingin bagaimana caranya, anak kami juga dilindungi baik di luar maupun di sekolahnya. Tapi untuk di sekolahnya, anak saya sepertinya tidak ingin sekolah di tempatnya itu. Dia inginnya keluar. Intinya anak saya ini trauma,” sambungnya.

Dari kejadian tersebut, lanjut Dini, pihaknya sudah mencoba menghubungi pihak sekolah untuk meminta keterangan.

“Kemarin komunikasi dengan pihak sekolah, juga didampingi rekan-rekan saya. Untuk memastikan bahwa di sekolah itu ada pembulyan di sekolah itu. Dari kejadian itu, kemarin pihak sekolah juga sudah datang ke rumah,” ujarnya.

Terkait laporan ke Polres Jember tersebut, kuasa hukum korban Ahmad Syarifuddin Malik mengatakan, untuk saat ini pihaknya baru melaporkan satu anak teman korban terduga pelaku perundungan tersebut.

“Tapi tidak menutup kemungkinan nanti bisa lebih karena memang indikasinya itu mengarah karena faktor dihasutnya ini,” ujarnya.

Pihaknya juga menginginkan korban mendapatkan perlindungan. Karena secara psikis korban ini mengalami traumatis akibat penganiayaan beberapa kali yang dilakukan oleh teman-temannya tersebut.

“Jadi karena hari ini korbannya sendiri juga mengalami traumatis dan kepinginnya pindah sekolah, karena ada efek seperti itu. yang menjadi traumatis kenapa terjadi penganiayaannya itu di sekolah. Nanti kita rencana ke visum psikisnya. Jadi ini kita nunggu koordinasi dengan pihak PPA, nanti visum psikisny,” ungkapnya.

“Pasal yang dikenakan untuk kasus ini, tentang kekerasan terhadap anak sendiri. Terus ini juga masih dalam lidik, jadi nanti masih ada pengembangan terkait penyelidikan ini. Perkaranya nya biasa namanya anak muda cekcok atau gimana gitu,” sambungnya.

Malik juga mengatakan, ia juga sudah berkoordinasi dengan sekolah, terkait kasus dugaan perundungan yang dialami korban.

“Sudah kami menghubungi sekolahan kemarin dan kami juga sudah mengobrol, memang dugaan perundungan tidak diketahui oleh pihak guru atau pihak sekolahan. Dan pihak sekolahan pada hari ini masih terus untuk mengusut ini dan juga akan memberikan solusi kepada kita,” ulasnya.

Sementara itu, kasus dugaan perundungan tersebut juga di soroti oleh Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto, ia menyayangkan adanya dugaan perundungan tersebut.

“Saya masih ada hubungan kerabat dengan korban, kejadian itu saya tahu dari ibunya. Sangat menyayangkan dugaan perundungan tersebut, apalagi sampai menyebabkan korban trauma psikis,” ujar Candra saat dikonfirmasi terpisah di Gedung Parlemen.

Sebelumnya, Candra juga sudah menyarankan kepada pihak keluarga, untuk membuat laporan polisi.

“Karena tindakan ini mencoreng dunia pendidikan kita. Juga agar menjadi perhatian bahwa tindakan perundungan itu melanggar hukum. Kami sarankan ibu korban untuk buat laporan polisi agar dapat ditindak sesuai peraturan hukum yang berlaku,” ungkapnya.

“Pihak sekolah harus koorperatif, dan menjadikan kasus perundungan ini sebagai perhatian. Agar anak-anak juga mendapat perlindungan dan perhatian saat bersekolah. Kami sangat sayangkan, pihak sekolah tidak tahu kejadian ini,” sambungnya. (Rio)

Comment1,054 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.