Jember, kuasarakyat.com – Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) terhadap 116 karyawan oleh PT. Sumber Graha Sejahtera (SGS) Gambirono Bangsalsari Jember, masih belum menemukan titik temu kedua pihak, meski berbagai pertemuan sudah digelar, baik di Disnaker Jember, di perusahaan, hingga ke Komisi D DPRD Jember, namun belum membuahkan hasil.
Terbaru, perwakilan buruh atau eks karyawan PT. SGS, Selasa (23/12/2025) siang, dengan didampingi kuasa hukumnya Budi Hariyanto. SH., kembali mengadakan pertemuan dengan pihak PT. SGS.
Bahkan pertemuan kesekian kalinya ini, digelar di Surabaya diinisiatori dan di mediasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Propinsi Jatim, yakni Endang Purwati S. Sos dan Bagus Tamtomo Hadi S. Sos, selalu staf Hubungan Industrial Disnakertrans Propinsi Jatim, namun mediasi kali ini, juga tidak menemukan penyelesaian.
“Hari ini, kami mendapat panggilan di Disnaker Jatim, untuk dipertemukan dengan pihak PT. SGS, pertemuan ini bukan untuk mediasi, tapi klarifikasi antara kedua pihak (buruh dan perusahaan), namun belum menemukan titik temu, sama dengan pertemuan sebelumnya,” ujar Budi panggilan Budi Hariyanto. SH.
Budi menjelaskan,
bahwa dalam klarifikasi ini, pihak perusahaan tetap pada pendiriannya, bahwa perusahaan merasa benar atas prosedur PHK dan sudah sesuai PB (Perjanjian Bersama), disisi lain buruh merasa tetap pada tuntutan nya, hak penuh 100% tanpa di cicil.
“Tadi pihak perusahaan tetap menganggap, bahwa PB tersebut sudah sesuai, padahal itu tidak sesuai, dan kami para butuh juga minta hak-haknya diberikan sesuai peraturan yang berlaku,” ujar Budi.
Dalam klarifikasi tersebut, Budi menyatakan, bahwa pihak Disnakertrans Provinsi Jawa Timur meminta pihak PT.SGS untuk memberikan kebijakan yang lebih baik.
“Karena dengan memberikan hal karyawan yang hanya 50 persen dan dicicil 10 kali, itu sangat tidak manusiawi,” paparnya
Namun karena pertemuan kali ini kembali tidak membuahkan hasil, pihak Disnakertrans Propinsi Jatim akan kembali melakukan mediasi pada 5 Januari 2026 mendatang.
Dan dalam pertemuan tersebut, diharapkan pimpinan PT. SGS bisa hadir langsung. “Pihak Disnakertrans Propinsi akan menjadwalkan pertemhan kembali pada 5 Januari 2026 mendatang, dan di pertemuan nanti, Disnakaler berharsap, pimpinan PT. SGS bisa hadir,” jelas Budi.
Disisi lain, puluhan karyawan PT. SGS yang tidak ikut ke Surabaya, pada jam yang sama juga menggelar doa bersama di depan pintu gerbang perusahaan, mereka berharap perjuangan para buruh ini bisa segera menemukan penyelesaian, dan berpihak kepada buruh. (Ma)











