Kecelakaan Angkutan Buruh Kopi di Bondowoso, Penyebabnya Rem Blong atau Ban Meletus?

Comment2,853 views
  • Share

Bondowoso, kuasarakyat.com – Kecelakaan lalu lintas sebuah pikap di Jalan Raya Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso terjadi Sabtu (2/7/2022).

Ada perbedaan data yang diungkapkan petugas kepolisian dengan pengemudi terkait penyebab kecelakaan itu.
Pikap merk Daihatsu yang kecelakaan tunggal itu bernopol DK 8864 CR,dikemudikan oleh Badratul, warga Desa Sukosari Kidul, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso.

Kasatlantas Polres Bondowoso AKP Suryono menjelaskan, kejadian itu terjadi di jalan raya Sukosari – Sumberwringin dengan penumpang adalah buruh perkebunan kopi.

“Jumlah korban luka 9 orang, 5 orang dirawat di RS wilayah kota, sementara 4 orang dirawat di Puskesmas terdekat,” kata Suryono, Sabtu (2/7/2022).

Kanit Laka pada Polres Bondowoso Iptu Suprapto menyatakan bahwa penyebab kecelakaan disebabkan rem blong.

“Itu penyebabnya rem blong, sopir gagal mengendalikan kemudi sehingga oleng,” tutur Suprapto, Minggu (3/7/2022).

Sedangkan menurut sopir pikap, Badratul, kecelakaan itu disebabkan akibat ban pikap meletus.

“Waktu itu turunan, terus ban belakang sebelah kiri meletus. Jadi ngepot dan oleng,” ucap Badratul dikonfirmasi di kantor Satlantas Polres Bondowoso, Minggu (3/7/2022).

Baca Juga:

Pikap Muat Buruh Kebun Kopi di Bondowoso Kecelakaan, Begini Kondisi Korban

Ia mengaku telah mengangkut 21 penumpang dan seluruhnya masih ada ikatan keluarga.

“Masih keluarga semua dari desa Sukosari Kidul,” ucapnya.

Mereka yang diangkut pikap bukanlah buruh perkebunan kopi.

“Kami ngasak kopi sisa panen dari lahan kopinya orang di Pondok Jeruk, Sumberwringin,” sebutnya.

Pondok Jeruk merupakan nama dusun di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin.
“Berangkat habis subuh, pulangnya ba’da ashar. Bawa bekal makan dari rumah,” ucapnya.

Ia juga menyatakan bahwa jumlah penumpang yang diangkut masih tergolong kecil.

“Angkut 18-21 orang itu udah biasa. Malah ada yang bawa 40 orang. Disuruh duduk di pikap gitu,” bebernya.

Badratul mengaku tidak mengetahui hasil ngasak anggota keluarganya itu.

“Saya cuma mengantar saja. Tiap orang bayar Rp 10 ribu untuk PP,” akunya. (ad/bs)

Writer: AhmadEditor: Supriadi
Comment2,853 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.