Tidak Sesuai Target, Proyek Multiyears Pemkab Jember Terancam Molor

Komentar201 views
  • Bagikan

Jember, kuasarakyat.com – Program pembangunan infrastruktur jalan dikabupaten Jember dengan anggaran APBD tahun jamak atau multiyeras, terancam molor, jalan sepanjang 1.080 km yang dikerjakan dengan dana APBD Rp. 663 M dan dibagi menjadi 30 lokasi serta 3 jembatan, dalam evaluasi yang dilakukan Komisi C banyak pekerjaan yang capaianya masih dibawah 75 persen.

Budi Wicaksono selaku ketua Komisi C DPRD Jember, kepada wartawan menyatakan, bahwa hasil evaluasi yang dilakukan oleh Komisi C bersama dengan Dinas PU Bina Marga dan SDA Pemkab Jember, ada beberapa capaian pengerjaan fisik yang dilakukan rekanan masih dibawah 50 persen dari target penyelesaian pekerjaan pada bulan Juni dan Juli.

“Ada beberapa rekanan yang capaian pekerjaan fisiknya masih dibawah 50 persen, dari data yang kami miliki, ada 7 perusahaan yang pekerjaanya masih dibawah 50 persen, dan 7 perusahaan lainnya baru mencapai pekerjaan fisik antara 50 sampai 75 persen, tentu ini menjadi catatan tersendiri bagi kami untuk melakukan evaluasi,” ujar Budi Pink panggilan Budi Wicaksono.

Meski demikian, Budi juga mengapresiasi beberapa perusahaan yang pekerjaan fisiknya sudah mencapai 100 persen dan beberapa diantaranya sudah mencapai diatas 80 persen, mengingat batas akhir dari pekerjaan proyek jalan multiyears ini tinggal satu bulan lagi.

“Untuk yang capaiannya diatas 75 persen sampai 100 persen, ada di 16 lokasi, 2 diantaranya adalah proyek pembangunan jembatan yang sudah finish 100 persen,” jelas polisi Partai Nasdem.

Budi menilai, kendala lambatnya pekerjaan proyek jalan multiyears ini disebabkan banyak faktor, diantaranya kondisi medan (akses jalan masuk) yang kecil, sehingga kendaraan truk besar dengan mengangkut AMP (Asphalt Mixin Plant) lebih banyak tidak bisa masuk, sehingga rekanan harus menggunakan truk kecil yang muatannya lebih sedikit.

Selain itu, faktor cuaca dan juga kapasitas produksi AMP yang tidak sesuai dengan waktu dukung penawaran, dimana kapasitas produksi AMP 600 ton, tapi harus dibagi dengan daerah lain. “Cuaca hujan yang tidak menentu menjadi penyebab lambatnya proyek, kami selaku DPRD Jember tidak mau waktu hujan ada pengamparan karena kualitas akan jelek dan mudah sleding dan mengelupas,” jelasnya.

Pihaknya pun meminta, agar pihak Dinas PU Bina Marga dan SDA untuk memantau dan segera melakukan atensi, jika memang ada perusahaan yang mbalelo serta tidak bisa mengerjakan sesuai target yang ditentukan untuk tidak segan-segan memberikan teguran.

“Dinas PU Bina Marga harus memantau dan melakukan pnegawasan dan teguran kepada perusahaan yang pekerjaan fisiknya masih dibawah 75 persen, bila perlu diberi pinalti kepada perusahaan yang tidak bisa menyelesaikan pekerjaanya tepat waktu, denda pinalti sebesar 1 mil, kalau nilai kontraknya Rp. 15 milyar, maka dendanya per hari RP. 15 juta,” tegasnya.

Budi juga mengingatkan kepada kontraktor, bahwa untuk pekerjaan yang sudah diserah terimakan, pihak kontraktor masih memiliki pekerjaan masa pemeliharaan selama 360 hari atau satu tahun, rekanan harus bertanggung jawab dengan hasil pekerjaan.

“Ketika pengerjaan sudah selesai, tanggung jawab kontraktor tidak berhenti disitu, tapi masih ada masa pemeliharaan selama 1 tahun atau 360 hari, rekanan bertanggung jawab terhadap hasil pekeraan dan pemerikisaan ketebalan aspal oleh pengawas dan membertanggung jawabkan ke Dinas PU Bina Marga,” pungkasnya.

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Jupriono mengakui jika pekerjaan saat ini masih belum selesai meski waktu menyisakan tidak lebih dari 2 bulan lagi, pihaknya pun juga tidak membuka ruang addendum untuk penyelesaian proyek di sisa waktu yang ada.

“Kami tidak membuka ruang addendum. Kecuali, perhitungan ulang kaitan pemberlakuan kebijakan baru dari pemerintah tentang pajak pertambahan nilai yang menjadi 11 persen, semua akan kita awasi dan kita evaluasi lagi nanti,” kata mantan Sekwan ini singkat. (Ma)

Penulis: Makrus
Komentar201 views
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.