Ketua PSSI Banyuwangi menduga ada provokator dalam aksi tawuran antar suporter

Comment66 views
  • Share

Banyuwangi, Kuasarakyat.com – Tawuran antar suporter bola yang mengakibatkan sedikitnya 6 orang harus dilarikan ke rumah sakit tidak menyurutkan tekad ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Banyuwangi. Insiden tersebut dinyatakan tidak memakan korban jiwa.

Michael Edy Hariyanto selaku ketua PSSI Banyuwangi menegaskan, aksi tawuran terjadi pada 30 menit sebelum pertandingan dimulai. Ia menduga ada provokator yang sengaja ingin membuat suasana gaduh dan merusak nama baik PSSI Banyuwangi.

“Tawuran itu kan terjadi 30 menit sebelum pertandingan, memang vidio yang beredar itu mengerikan sekali. Tapi saya menduga ini ada provokator yang sengaja bikin gaduh dan ingin merusak sportivitas dalam pertandingan,” tegas Michael, Jumat (29/05/26) Sore.

Michael memastikan tidak ada yang meninggal dalam insiden tersebut, seluruh korban sudah dibawa ke RSUD dan menjalani perawatan. Rata-rata korban terluka karena lemparan batu, dan menurut Michael seluruh korban telah pulang ke rumah masing-masing.

“Tidak ada itu, tidak ada yang meninggal. Tidak benar itu, ya kalau yang luka ada karena itu memang ada lemparan batu kena kepala juga,” terangnya.

Dengan tegas Michael menuding ada pihak tertentu yang mengaitkan kejuaraan Tarkam Piala PSSI ini dengan kepentingan politik. Mengingat statusnya sebagai ketua DPC Demokrat disebut memiliki tujuan politik tertentu.

sementara Michael memastikan, keinginannya menggelar piala PSSI tersebut lantaran ingin menciptakan iklim olahraga sepak bola di Banyuwangi yang sehat dan sportif.

“Saya ingin menciptakan sepak bola yang sehat dan baik di Banyuwangi ini, tapi ada pihak tertentu yang mengaitkan ini dengan politik karena saya dari Demokrat. Tapi jangan begitu lah, ayo kita bersama-sama ciptakan sepak bola yang baik untuk Banyuwangi,” tegas Michael.

Menurut Michael, kerusuhan demi kerusuhan yang terjadi pada piala PSSI hingga babak semi final ini ia sebut ditargetkan untuk membuatnya mundur dari kursi ketua PSSI Banyuwangi.

“Jangan juga politik dicampurkan dengan olahraga ini, saya paham, kalau pertandingannya ndak jalan dan kerusuhan terus nanti saya mundur dari PSSI,” ungkapnya.

Diketahui, aksi tawuran yang disertai pengrusakan sejumlah infrastruktur terjadi dalam pertandingan sepak bola antar kampung yang memperebutkan piala PSSI Banyuwangi pada Kamis (28/05/26).

Sejumlah suporter menjadi korban setelah mengalami penganiayaan brutal oleh suporter lainnya. Beredar vidio yang memperlihatkan aksi anarkis dengan menganiaya suporter yang sudah tidak berdaya diluar lapangan sepak bola. Meski demikian, pertandingan tetap berlanjut. (CZ)

BACA JUGA : https://kuasarakyat.com/ricuh-suporter-tarkam-piala-pssi-banyuwangi-6-orang-dilarikan-ke-rumah-sakit/

Comment66 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.