Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan Raih Doktor Unair, Rumuskan Model Suksesi Kepemimpinan Pesantren Berorientasi Keberlanjutan

Comment88 views
  • Share

Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan Raih Doktor Unair, Rumuskan Model Suksesi Kepemimpinan Pesantren Berorientasi Keberlanjutan

Jember, Kuasarakyat.com – Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan, M.SM. resmi meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair) setelah dinyatakan lulus dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor, Kamis sore (25/6/2026).
Dalam sidang terbuka tersebut, Heri mempertahankan disertasi berjudul “Model Proses Suksesi Kepemimpinan untuk Mendukung Keberlanjutan Pondok Pesantren: Studi Multiple-Case Study.” Melalui disertasi ini, ia merumuskan model proses suksesi kepemimpinan pesantren yang menempatkan keberlanjutan lembaga sebagai orientasi utama, sekaligus menegaskan pentingnya legitimasi, kapasitas manajerial, kematangan personal, serta entrepreneurial leadership dalam menyiapkan generasi penerus pesantren.
Penelitian tersebut berangkat dari pandangan bahwa suksesi kepemimpinan pesantren tidak dapat dipahami semata sebagai pergantian figur pengasuh. Lebih dari itu, suksesi merupakan proses strategis untuk menjaga kesinambungan amanah, pelestarian nilai, kaderisasi, legitimasi sosial, dan keberlanjutan kelembagaan pesantren di tengah perubahan zaman.
Melalui pendekatan multiple-case study pada dua pondok pesantren besar di Jawa Timur, Heri menelaah bagaimana proses suksesi berlangsung dalam institusi pesantren yang memiliki sejarah panjang, pengaruh sosial yang kuat, dan kemampuan bertahan lintas generasi. Dari penelitian tersebut, ia menegaskan bahwa keberhasilan suksesi pesantren tidak cukup ditopang oleh hubungan genealogis semata, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan, kesiapan kelembagaan, penerimaan sosial, kemampuan manajerial, serta kecakapan membaca tantangan masa depan.
Sebagai dosen manajemen Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Heri memandang bahwa kepemimpinan pesantren ke depan memerlukan sosok penerus yang tidak hanya kuat secara moral, kultural, dan spiritual, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, kepekaan terhadap perubahan, orientasi kemanfaatan yang luas, serta semangat entrepreneurial leadership untuk menjaga kemandirian dan keberlanjutan lembaga.
“Suksesi kepemimpinan di pesantren bukan hanya soal siapa yang menggantikan pemimpin sebelumnya, melainkan bagaimana proses itu dijalankan secara bernilai, legitimate, dan mampu menjaga keberlanjutan pesantren sebagai institusi pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial. Karena itu, kepemimpinan pesantren ke depan memerlukan figur yang tidak hanya memiliki penerimaan sosial dan legitimasi moral, tetapi juga kemampuan manajerial serta entrepreneurial leadership,” ujar Heri, Jumat (26/06/2026).
Secara akademik, disertasi Heri dibimbing oleh Promotor Prof. Dr. Hj. Indrianawati Usman, S.E., M.Sc. dan Ko-Promotor Dr. Praptini Yulianti, Dra. Ec., M.Si. Ujian terbuka promosi doktor tersebut dipimpin Prof. Dr. Tanti Handriana, S.E., M.Si. selaku Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Manajemen FEB Unair.
Proses akademik dalam ujian terbuka itu juga diperkuat oleh kehadiran para penyanggah dari lingkungan akademik FEB Unair, yakni Prof. Dr. Hj. Indrianawati Usman, S.E., M.Sc., Dr. Praptini Yulianti, Dra. Ec., M.Si., Dr. Anita Kartika Sari, S.T., M.M., Prof. Dr. Sri Hartini, S.E., M.Si., Prof. Dr. Ahmad Rizki Sridadi, Prof. Dr. Gancar Candra Premananto, S.E., M.Si., Dr. Dien Mardhiyah, S.E., M.Si., Dr. Yetty Dwi Lestari, S.E., M.T., dan Prof. Dr. Tanti Handriana, S.E., M.Si.

Dalam pandangan tim promotor, penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan ilmu manajemen karena menempatkan pesantren bukan hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai organisasi berbasis nilai yang memiliki kompleksitas kepemimpinan dan keberlanjutan kelembagaan yang khas. Disertasi ini memperlihatkan bahwa proses suksesi di pesantren perlu dibaca secara lebih utuh: tidak hanya dari sisi kultural dan genealogis, tetapi juga dari sisi legitimasi, kapasitas kepemimpinan, kesiapan organisasi, serta orientasi keberlanjutan.

Salah satu kekuatan utama disertasi tersebut terletak pada kemampuannya merumuskan suksesi pesantren sebagai proses yang menghubungkan nilai, kepemimpinan, legitimasi, dan masa depan kelembagaan. Dalam perspektif itu, managerial practice, kematangan personal, legitimasi sosial, dan entrepreneurial leadership menjadi unsur penting untuk memastikan pesantren tetap mampu menjaga nilai, memperkuat kemandirian, serta bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Selain dihadiri unsur akademik internal, ujian terbuka promosi doktor itu juga dihadiri berbagai undangan lintas profesi, mulai dari guru besar dan akademisi lintas perguruan tinggi, ulama dan kiai pengasuh pesantren, peneliti, tokoh masyarakat, hingga novelis pesantren.

Bagi Heri, temuan tersebut menegaskan bahwa suksesi pesantren perlu ditempatkan bukan hanya dalam perspektif pergantian kepemimpinan, tetapi juga sebagai ikhtiar menyiapkan masa depan lembaga agar tetap bernilai, adaptif, mandiri, dan berkelanjutan. Karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi akademik bagi pengembangan ilmu manajemen sekaligus menjadi referensi praktis bagi pesantren dan lembaga pendidikan Islam dalam menata regenerasi kepemimpinan secara lebih terarah, relevan, dan berorientasi pada keberlanjutan lembaga. (Gusti)

Comment88 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.