Harga Sembako Terus Naik, Pedagang di Situbondo Justru Ngaku Merugi

Comment1,714 views
  • Share

Situbondo, Kuasarakyat.com – Naiknya harga daging ayam di sejumlah pasar Situbondo dalam satu pekan terakhir ini, membuat beberapa pedagang kebingungan membuat patokan harga, hal ini dikarenakan harga daging ayam setiap harinya terus mengalami kenaikan.

Sehingga dengan kenaikan yang terus berlangsung setiap harinya ini, membuat sejumlah pedagang justru mengaku rugi, hal ini disampaikan oleh Rohayah pedagang di pasar Mimbaan Situbondo saat ditemui wartawan pada Kamis (30/12/2021).

“Harga sembako seperti daging ayam, telur, cabai, bawang merah dan minyak goreng, dalam 1 minggu ini terus mengalami kenaikan harga, sehingga kami dibuat bingung saat menjual ke pembeli, karena kami kesulitan mengimbangi kenaikan tersebut, sehingga bukannya untung tapi malah rugi, belum lagi dikomplain oleh pembeli,” ujar Rohayah pedagang asal Kelurahan Mimbaan Panji Situbondo.

Menurut Rohayah, harga bawang putih yang sebelumnya hanya Rp. 18.000 per kilogramnya, kini sudah naik menjadi Rp. 24.000, namun tidak semua harga naik, ada beberapa komoditas yang harganya turun walau hanya Rp. 500 rupiah.

“Kalau harga bawang naik dari 18 ribu rupiah menjadi 24 ribu rupiah, sedangkan untuk telur harganya turun dari Rp. 29.500 per kilonya menjadi Rp.28.000,” ujar Rohayah.

Dengan kenaikan beberapa sembako ini, omzet penjualannya pun mengalami penurunan, karena sepinya pembeli.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ummi pedagang daging ayam, menurutnya harga daging ayam saat ini terus naik setiap harinya, dimana harga daging ayam saat ini di pasar Mimbaan Situbondo mencapai Rp. 35.000 per kilogramnya, dimana harga tersebut merupakan harga tertinggi sejak dirinya menjual daging ayam. “Harga daging ayam saat ini mencapai Rp.35.000, dan ini baru pertama kalinya harga mencapai segitu,” ujar Ummi.

Iapun tidak bisa berbuat banyak dengan naiknya harga daging ayam, terlebih kondisi pembeli yang sepi, membuat daganganya tidak pernah habis. “Ya kita bisa apa mas, berbagai cara sudah kita lakukan agar tidak rugi, tapi tetap gak bisa, saat ini bukan omzet berapa yang didapat mas, tapi berapa modal yang harus dikeluarkan lagi untuk menalangi dagangan,” pungkas Ummi pasrah. (Iwan/Ma)

Writer: IwEditor: Ma
Comment1,714 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.