Warung Kopi di Banyuwangi Terbakar Dini Hari, Diduga Dipicu Korsleting Listrik

Comment71 views
  • Share

Banyuwangi, Kuasarakyat.com – Sebuah warung semi permanen bernama Kopi Asem di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, terbakar pada Jumat (19/06/26) dini hari. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sejumlah perabot dan bangunan warung hangus dilalap api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, Edy Supriyono, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 01.35 WIB melalui call center Damkarmat.

“Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Tim tiba sekitar pukul 01.47 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi,” kata Edy, Jumat (19/06/26).

Objek yang terbakar merupakan warung kopi milik Ita Wahyuni (31). Bangunan berukuran sekitar 9 x 7 meter itu diketahui dalam kondisi terbakar saat pertama kali ditemukan warga.

Berdasarkan hasil asesmen awal, saksi bernama Riyan Maulana (25) mendengar suara ledakan keras dari arah warung. Karena lokasi rumahnya berdekatan dengan tempat kejadian, ia langsung mengecek sumber suara tersebut.

Saat tiba di lokasi, api sudah membesar dan sejumlah warga berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu petugas datang.

“Saksi mendengar ledakan kemudian melihat kobaran api dari bangunan warung. Warga sempat melakukan pemadaman awal untuk menahan laju api sebelum unit Damkarmat tiba di lokasi,” ujar Edy.

Setibanya di lokasi, petugas Damkarmat langsung melakukan pengamatan visual dan menyemprotkan air dari atas unit pemadam. Selanjutnya dua jalur selang berukuran 1,5 inci digelar untuk mempercepat proses pemadaman.

Petugas memfokuskan penyemprotan pada sisi barat dan selatan bangunan guna memutus penyebaran api sebelum menjangkau bangunan lain di sekitarnya.

“Strategi yang dilakukan adalah memutus rambatan api terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan pemadaman pada titik api utama dan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi menimbulkan kebakaran kembali,” jelasnya.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.02 WIB. Setelah itu petugas melakukan pendinginan dan investigasi awal di lokasi kejadian hingga operasi dinyatakan selesai pada pukul 03.03 WIB.

Dari hasil penyelidikan sementara, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang berasal dari instalasi di bagian tengah bangunan.

“Indikasi awal mengarah pada korsleting listrik. Karena bangunan didominasi material mudah terbakar seperti kayu, triplek, dan asbes, api cepat membesar. Kobaran api juga sempat mengenai tabung LPG 3 kilogram sehingga menimbulkan letupan yang memperparah kebakaran,” terang Edy.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kebakaran tersebut menyebabkan bangunan warung dan sejumlah barang elektronik hangus terbakar. Di antaranya televisi, kulkas, rice cooker, kipas angin, blender, lemari, setrika, kursi serta berbagai perlengkapan usaha lainnya.

Kerugian materi akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp 10 juta. Edy mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha guna mencegah kejadian serupa.

“Kami mengingatkan masyarakat agar memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman dan sesuai standar. Jangan menggunakan sambungan listrik yang berlebihan karena berpotensi menimbulkan korsleting dan kebakaran,” pungkasnya. (CZ)

Comment71 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.