Banyuwangi, Kuasarakyat.com – Sebuah rumah milik Luqman Fathoni di Dusun Kebunrejo, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, ludes dilalap api pada Minggu (21/06/26) dini hari. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting pada baterai motor listrik itu menyebabkan kerugian material mencapai sekitar Rp 400 juta.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi menerima laporan pada pukul 03.56 WIB dan langsung mengerahkan empat unit mobil pemadam beserta 11 personel ke lokasi kejadian yang berjarak sekitar 31 kilometer dari markas.
Kepala Dinas Damkarmat Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan, saat kejadian pemilik rumah tidak berada di lokasi karena sedang mendampingi istrinya yang sakit di rumah mertua bersama salah satu anaknya.
“Pemilik rumah sedang berada di rumah mertua karena mendampingi istrinya yang sakit. Saat kebakaran terjadi, di rumah hanya ada satu orang anak yang sedang beristirahat,” kata Edy.
Berdasarkan hasil asesmen petugas, anak pemilik rumah terbangun setelah mendengar suara percikan api dan kegaduhan warga di luar rumah. Ketika dicek, api sudah membesar dari area garasi.
“Korban yang berada di dalam rumah awalnya mendengar suara percikan dan terbangun. Setelah keluar kamar, diketahui api sudah muncul di area garasi dan mulai membesar,” ujarnya.
Warga sempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan selang air seadanya. Namun kobaran api terus membesar sehingga akhirnya menghubungi call center Damkarmat Banyuwangi.
Edy menjelaskan, petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman dengan menggelar empat jalur selang dan memfokuskan penyemprotan pada titik-titik api yang paling besar agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
“Prioritas pertama kami adalah memutus rambatan api ke bangunan sekitar. Setelah itu personel masuk ke titik-titik kebakaran di area garasi, ruang tengah, dan dapur hingga api berhasil dikendalikan,” jelasnya.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.51 WIB dan proses pendinginan selesai pada pukul 06.50 WIB.
Dari hasil investigasi awal, sumber api diduga berasal dari baterai lithium pada motor listrik yang mengalami korsleting hingga memicu fenomena thermal runaway atau pelepasan panas berantai.
“Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan dugaan kuat bahwa sumber api berasal dari baterai lithium motor listrik yang berada di garasi. Kondisi tersebut memicu panas berlebih dan kemudian menyambar kendaraan lain yang berada di sekitarnya,” terang Edy.
Kobaran api kemudian membakar tiga sepeda motor berbahan bakar minyak yang terparkir di garasi sebelum menjalar ke atap dan seluruh bagian rumah.
“Karena di garasi terdapat beberapa kendaraan dan material yang mudah terbakar, api berkembang sangat cepat. Dalam waktu singkat kobaran api merembet ke bagian bangunan lainnya,” tambahnya.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun seluruh bangunan rumah beserta isinya dilaporkan hangus terbakar. Sejumlah dokumen penting milik keluarga juga tidak berhasil diselamatkan.
“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa. Namun kerugian material cukup besar karena bangunan rumah, empat kendaraan, perabotan rumah tangga, hingga dokumen penting ikut terbakar,” kata Edy.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan keamanan instalasi listrik maupun perangkat yang menggunakan baterai lithium, terutama saat proses pengisian daya dilakukan di dalam rumah.
“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan kondisi perangkat elektronik dan baterai dalam keadaan baik. Hindari pengisian daya tanpa pengawasan dan pastikan area penyimpanan memiliki sirkulasi yang aman untuk meminimalkan risiko kebakaran,” pungkasnya. (CZ)











